Hit enter after type your search item

Mental Health – Motherhood – Lifestyle

MERINDU CAHAYA DE AMSTEL, FILM RASA HEALING

/
/
/
306 Views

merindu cahaya de amstel

Kangen dengan film Indonesia yang berkualitas, terobati sudah. Dikasih kesempatan nonton premiernya Merindu Cahaya de Amstel, jadi hadiah istimewa buat gue di awal tahun ini. Setelah sekian lama tidak menapakkan kaki di bioskop, hari itu, hati terasa gembira, langkah ringan ketika keluar rumah. Yuhuuu, mau nonton film bareng temen-temen, plus ketemu langsung sama mereka yang terlibat dalam film itu, di pressconnya. Nikmat mana lagi yang kau dustakan.

Seberharga itu, saking jarangnya keluar rumah selama pandemi ini.

Jujur gue tidak berekspektasi lebih pada film ini beb, malahan anak gue yang pertama bilang “ibu bakalan ketiduran kayaknya” hahahha. Tapi, jeng jeeeng, sepanjang film diputar gue dibikin terpukau ngeliatin layar. Serius, visualnya memanjakan mata. Dari mulai setting lokasi yang indah, wardrobe yang kece, akting yang natural, alur cerita yang mengharu biru, bikin mata ga mau lepas dari layar.

Di awal film, terselip rasa pedih di hati gue, omaygaadd thats my dreaaamm not heerr hahahhaha. Impian gue di usia 20an yang karena satu dan lain hal terpaksa harus dilupakan, sekolah dan tinggal di luar negri.

merindu cahaya de amstel
Arumi E, Penulis Novel

Film ini di adaptasi dari novelnya Arumi E, gue sendiri jadi penasaran untuk membaca karya-karyanya beliau setelah melihat film MCDA ini. Oh iya beb, skenario MCDA ini di tulis oleh Benni Setiawan, penulis naskah Layangan Putus, ohoooo, makin greget hahahha.

Amanda Rawles, Bryan Doni, Rachel Amanda, Ridwan Remin, Dewi Irawan, Oki Setiana Dewi, Maudy Koesnaedy, Rita Nuemaliza, menurut gue sukses membawakan perannya masing-masing dan membuat film ini terasa hangat dan membekas di hati. Gue pribadi seneng sih liat Rachel Amanda, ga tau kenapa, seneng aja gitu, hahahahh.

MCDA ini menurut gue mengangkat isu yang sensitif, sangat sensitif malah. Tapi bisa disampaikan dengan santun, ngga lebay, ga bosenin, dan sederhana mudah dicerna. Duuh, gue tuh gatel pengen spoiler hahhahaha, tenang-tenang, no spoiler, janji hahahah.

Mengangkat kisah cinta segitiga, persahabatan dan pencarian jati diri, MCDA dikemas apik banget. Bermuatan berat sebetulnya, tapi tidak terasa menggurui. Mudah dicerna oleh generasi milenial. Gue sendiri rencananya mau nonton lagi bareng sama anak-anak tanggal 20 Januari nanti. Mari pesen tiket dari sekarang beb hahhaahahha.

“Tidak ada yang kebetulan di dunia ini Mala, semua sudah Allah atur”

Ucap Khadijah pada Kemala. Scene ini cukup membekas di hati gue beb, relate banget dalam kehidupan. Ketika segala kesalahpahaman terjadi, sesuatu yang kita anggap buruk terjadi, sebetulnya itu sudah masuk dalam rencana takdir Allah. Kita jalankan saja peran kita sebagai manusia, sisanya serahkan pada Sang Maha Berkuasa Atas Segala Sesuatu.

Seberat dan sesakit apapun masalah yang kita terima, saat semua dijalani dengan baik, percaya sepenuhnya pada ketentuaan dan kasih sayang Allah. Kita akan mendapatkan buah manis dari kesabaran yang kita lakukan. Pasti!

 

“Memilih Islam, adalah keputusan terbaik dalam hidupku”

Dialog Khadijah ini bikin gue merasa tertohok. Jujurly, sebagai penganut Islam dari lahir gue jarang bahkan mungkin lupa mensyukuri privilege ini. Tidak jarang, atau sering malah menyepelekan syariat yang sudah Allah atur. Melihat keteguhan Khadijah dalam memegang erat agama yang baru dipeluknya, bikin gue malu.

Pesan moral yang gue tangkap dari film ini, bahwa sesulit apapun hidup, ketika tidak ada satu pun yang mendengarkan, ketika semua meninggalkan, pertolongan Allah selalu dekat. Kita hanya diminta untuk mendekat, bersabar, dan yakin dengan ketentuanNya.

 

Bahkan ketika semua jenis dosa sudah pernah kita lakukan pun, pintu  taubat selalu terbuka lebar.  Allah ngga kemana-mana, selalu menunggu kita. Ketika kita berjalan mendekat, Allah berlari menyambut kita. Kasih sayangNya lebih besar, jauuuuuh lebih besar dari kasih dan sayang ibu kita.

Ya ampooonn, ngapa gue jadi mewek begini hahahhaha

Ketika film usai, gue masih dibikin bengong beb. Mencerna banyak hal yang disampaikan sepanjang film. Aaah, sarat makna.

Tanggal 20 Januari 2022, Merindu Cahaya De Amstel akan diputar serentak, kita nobar yuk!

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This div height required for enabling the sticky sidebar