Hit enter after type your search item

Mental Health – Motherhood – Lifestyle

KETAKUTAN TERBESAR DAN MATA RANTAINYA YANG INGIN GUE PUTUSKAN

/
/
/
203 Views

ketakutan terbesar

Ketakutan terbesar, setiap orang pasti memilikinya. Wajar dalam hidup kita menghadapi ketakutan. Ketakutan memang gangguan psikologis beb, yang bisa terjadi kapanpun dan dimanapun, tapi ini suatu hal yang sangat lumrah terjadi. Setiap orang pasti pernah mengalaminya, hanya jenis dan kadarnya saja yang berbeda-beda.

Gue pribadi walaupun sudah memasuki usia 40an, masih ada beberapa ketakutan yang belum berhasil gue atasi dengan baik, atau bahkan baru muncul ke permukaan belakangan ini. Belum berhasil gue atasi disini maksudnya, kadang-kadang dia datang dan membuat hari-hari gue menjadi gelisah, resah, sulit beraktifitas, kadang degup jantung jadi tidak teratur, dan dalam tingkat tertentu bisa sampe membuat badan dingin dan lemas.

Takut ini hal wajar, tapi jangan dianggap sepele juga beb, karena bisa sangat mempengaruhi kualitas hidup kita.

 

TAKUT SENDIRIAN

Rada rumit sih soal takut sendirian ini, gue merasa tidak sepenuhnya introvert atau extrovert, gue merasa gabungan keduanya. Ketika bergaul gue tidak terlalu supel, tapi gue juga tidak setenang introvert. Gue menikmati waktu bersosialisasi, tapi juga sangat merindukan waktu sendiri. Terus, apa hubungannya sama lonely? hahahahhaha

Takut sendirian yang gue maksudkan bukan secara fisik, gue ga punya temen, semua sendiri, bukan..bukan seperti itu. Kalau itu, semakin berumur gue semakin paham kalau pada akhirnya kita akan sendirian. Sedekat apapun kita dengan seseorang, sekental apapun hubungan darah, cepat atau lambat tetap akan berpisah. Dan pada akhirnya semua akan menghadap Sang Pencipta sendirian.

Yang gue takutkan adalah perasaan melakukan segala hal sendiri, tidak ada yang berpihak, tidak ada yang support, tidak ada yang mengakui, tidak ada tempat berbagi suka dan duka.

Tidak punya teman berbagi duka dan tidak punya teman berbagi suka, itu sama sakitnya loh beb.

Banyak orang di sekeliling yang menemani, belum tentu dia tidak kesepian. Masalahnya adalah, ketika lo ga mau sendirian justru biasanya akan melakukan hal-hal bodoh untuk mempertahankan suatu hubungan. Misalnya, lo akan sulit  berkata tidak, kita cenderung jadi pleasant person. Jadi ga waras aja gitu beb, berusaha sedemikian rupa untuk mempertahankan hubungan, atau ingin diterima dalam suatu kelompok tertentu. Ga sadar aja kalo hubungannya makin tidak sehat.

Gue mengallihkan ketakutan ini dengan berusaha focus sama apa yang gue pengen lakukan dan gue butuhkan. Apakah itu bisa menghilangkan perasaan kesepian? ya ngga juga beb hahahahaa, sometimes its work kadang ngga jugak. Tapi terus aja lakukan sampe hati kita merasa cukup. Semoga Allah menolong kita.

Ketakutan terbesar, sigh….cukup lama gue terperangkap di zona ini, gila sih, baper aja terus gue hahahaha. Selain baper gue juga cape, cape ngurusin dan mikirin hidup orang, kesenangan orang, hidup gue sendiri ga ada yang mikirin hahahaha syeed.

 

TAKUT KEHILANGAN

Dalam salah satu sesi kelas healing ada pertanyaan dyad “apa yang sanggup lo lepaskan?”

Gue secara spontan, mengeluarkan kata segalanya, yang di kemudian hari jawaban ini gue sesali hahahaha. Anjiiirr sakit gilaa kehilangan segalanya. Waktu menjawab pertanyaan itu, otak gue berpikir gue ngga punya apa-apa, jadi apalagi yang bisa hilang dari hidup gue? Somboong, miskin aja sombong hahahhahaha.

Beberapa waktu setelah healing class, mulailah konsekwensi dari lisan gue diperlihatkan. Gue kehilangan orang terdekat, kehilangan hubungan, kehilangan materi, kehilangan harga diri, kehilangan pengakuan, kehilangan keberanian, kehilangan kesombongan, kehilangan waktu luang, kehilangan ketenangan, kehilangan rasa percaya diri, kehilangan harapan, kehilangan tujuan, and so many more.

Oooh….jadi ini yang namanya kehilangan. Tidak semata tentang bentuk fisik, ada banyak yang tidak terlihat tapi tetap bisa hilang, bisik gue dalam hati. Setiap kali sakit karena kehilangan.

Sedikit lega nafas gue beb membagi ini dengan lo semua. Rasa kehilangan ini cukup berpengaruh dalam hidup gue. Berkali-kali gue peluk diri sendiri, gue usap-usap dengan hangat. It’s okay Nani, it’s okay. Ini cara Allah mengeluarkan the best version of you. Breaaatthhhh…..

Kehilangan itu masih terus berlanjut sampai sekarang, jujur gue masih sering ketakutan, dan berujung pada overthinking. Duh males ah membina hubungan baru, kalo gue patah hati lagi gimana? Ah, ogah ah berbisnis lagi, ntar gue kecewa lagi karena gagal. Bikin emosi asli ini rasa takut hahahahahha.

 

TAKUT GAGAL

Ini seperti efek domino sih. Kesepian membawa gue pada ketakutan-ketakutan lainnya. Setelah takut kehilangan, gue jadi takut gagal. Lelah rasanya beb harus bangun berkali-kali. Kadang pengen jatuh ya udahlah gue baring aja ga usah bangun, ga usah jalan lagi. Gue pengen pupus semua impian, rencana, atau apapun itu namanya.

Ga mau lagi punya mimpi, ga mau lagi punya harapan, ga mau ngapa-ngapain. Saking takutnya gagal lagi. Persetan lah itu menjadi kuat setelah gagal, bla bla bla, sakittt cuuyy, cape hahahahahah.

Fyuh, terima kasih masih terus membaca sampai sini beb, it means a lot for me.

Ketakutan gagal ini kalau dibiarkan bisa bikin kita mati rasa beb. Gue masih struggling dengan ketakutan yang satu ini. Jujur, takut gagal ini membuat gue jahat sama diri sendiri, menjadi keras sama diri sendiri.

Gue jadi mengukur diri sendiri dengan kesuksesan orang lain, finally bring me to another mental illness, selalu merasa kurang. Fu*k!

ketakutan terbesar
hati kita udah luluh lantak ga sih beb? di serang ketakutan demi ketakutan

TAKUT KEKURANGAN

Ya Allah hahahahha, hidup begini banget ya? Seperti tali rami yang terjalin satu sama lain, kuat tapi saling memilin satu sama lain.

Takut kekurangan ini, bikin gue jadi pelit. Ah duitnya kurang, kalo beli ini bakalan abis. mendingan gue simpen aja, ga usah beli. Padahal itu kebutuhan urgent, berobat misalnya. Ujungnya duit tetep abis, kebutuhan kita tidak terpenuhi hahahahaha. Ada yang begini? gue sering banget beb hahahaha.

Nyiksa loh beb ketakutan ini. Sialnya, ini sering banget terjadi. Dan membawa gue pada kemarahan dan buruk sangka pada Allah. Ya Allah ko tega, ko gue diginiin banget? Allah jahat, Allah kejam, Allah tidak mau menolong gue, dan sejumlah prasangka buruk lainnya

And finally we become totally lost.

baca juga : sudut gelap para pencari Tuhan

Gue mencoba berdamai dengan ketakutan ini, dan itu butuh waktu yang cukup lama. Prosesnya naik turun. Sepeti siang dan malam, kadang gue bener-bener aware, kadang ada dalam kondisi bener-bener futur (putus asa).

Kalau lo lagi ngadepin masalah yang sama, it’s okay beb, yang mengalami ini ngga cuma kita. Wajar, yang ngga wajar itu kalo kita berlama-lama hanyut dalam kodisi ini. Kalo naik turun justru bagus, artinya memang kita terus berusaha memperbaiki diri.

Gimana cara gue berdamai dengan semua ketakutan itu? Jujur beb, gue melakukan banyak hal, banyak cara, banyak cari tau, mencoba berbagai metode. Tapi dari keseluruhan itu, ada satu hal yang bisa gue share beb, kita mulai dengan DOA.

Berdoalah, minta ditunjukkan jalan, minta diampuni, minta disayang, minta dicukupkan. Basi? emang hahahhahah, but it works beb.

Kalo lo sekarang lagi takut apa beb?

Peluk hangat dari sini, salam kopi saset!

 

 

10 Comments

  1. Cuma baca ini aja udah bikin gue cukup teraduk – aduk ya, untung Mba Nani kuat..
    Semoga selalu kuat ya, mba..
    Dan dari pengalamannya bisa menginspirasi..

    Nice sharing!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This div height required for enabling the sticky sidebar