Hit enter after type your search item

Mental Health – Motherhood – Lifestyle

CIRI IBU STRESS, DETEKSI SECARA DINI JANGAN SAMPAI TERLAMBAT

/
/
/
31 Views

ciri ibu stress

Ciri ibu stress, kadang tidak bisa kita lihat dengan jelas. Ada banyak faktor yang menyebabkan seorang perempuan atau seorang ibu menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya. Banyak yang tersenyum tapi sebetulnya hatinya hancur. Aku baik baik saja…mantra itu dilapalkan terus menerus.

Padahal beb, its okay lo ga baik baik saja. Kita manusia bukan malaikat.

Gue hanya bisa bercerita dari sudut pandang pribadi ya beb. Dalam keadaan sangat futur, putus asa, jenuh dengan segala aktifitas domestik yang ga habis habisnya, gue sering berpikir dan berencana untuk KABUR aja dari rumah hahahhaaha, ada yang mirip ma gue?

Jangan ditiru beb, ga bae hahaha.

Ciri ibu stress mungkin ngga keliatan atau ngga mau diliatin, tapi gue yakin sih ada banyak perempuan atau para ibu yang senasib sama gue.

Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan stress berkelanjutan kalau tidak ditangani dengan baik, diantaranya :

Merasa tidak berharga

Berdiam diri di rumah dengan rutinitas yang itu-itu saja,tidak ada ujung pangkalnya, rasanya seperti pembunuhan karakter. Merasa tidak berharga, tidak berarti, merasa hanya sebatas jadi pengasuh, tukang beberes rumah, tukang masak, tempat lalu lalang keuangan (lewat doang hahahhaha), begitulah…hanya ini hanya itu….i feel worthless.

Perasaa tidak berharga ini kalau dibiarkan bisa membahayakan. Bagaimana mungkin seorang ibu yang merasa tidak berharga bisa mengahasilkan anak anak yang bahagia dan penuh percaya diri?

Bagaimanan mungkin seorang istri yang merasa tidak berharga bisa tampil percaya diri di depan suaminya. Gue sih curiga, perempuan yang merasa tidak berharga akan cenderung julit. Julit sama diri sendiri, dan sekitarnya. Bahaya kalau sampai shut down. Ngga mau melakukan apapun baik untuk keluarga atau untuk dirinya sendiri. Pelan-pelan tapi pasti, berubah menjadi rusak dan merusak.

 

Merasa kesepian

Coba disini yang merasa berjuang sendirian mana suaranyaaahhh? segitu aja tepuk tangannya? segitu ajaaa tepuk tangannyaaahhhh??? Agnez Mo mode on hahhahaha.

Kesepian itu tidak harus selalu sendirian, seringnya ketika kita berkelompok justru merasa kesepian. Merasa ko gue tidak didukung, ko gue tidak di perhatikan, ko gue sendirian? ko kalo susah gue terus yang harus berusaha? k ini ko itu. Wake up beb! Ini kondisi serius, jangan dibiarkan.

 

Kelelahan secara fisik dan mental

Impian kehidupan berkeluarga yang dirancang dengan sempurna biasanya buyar setelah masa honeymoon selesai. Secepat ituh? hahahhaha menurut gue sih begitu beb. Pasca honeymoon, kita akan dihadapkan pada kondisi real pernikahan. Tahun berikutnya ketika mulai nambah anggota keluarga, makin menjadi serangan negara apinyah. Masalah demi masalah muncul minta diselesaikan.

Udah mah fisik kita lelah, mental kita juga dibuat naik turun seperti roller coaster. Lengkap pelajaran kita beb.

Beresin rumah untuk berantakan lagi 5 menit kemudian. Muter otak masak untuk kemudian di bilang…aku ga mau makan ituuuuu. Muter otak untuk mencukupkan uang bulanan, untuk kemudian ditanya, uangnya kemana? wkwkwkww, ya gak? ya gak?

Setengah mati mikir cara gimana menertibkan anak-anak, untuk kemudian melihat mereka melanggar semua aturan yang di sepakati bersama hahahha oh Tuhaaann.

Melakukan semuanya dengan sepenuh hati untuk kemudian tidak ada kenaikan pangkat, atau sekedar ucapan terima kasih, sedih aqutuuuu hahahahaha.

Exhausted mom, sampe gue sendiri berkali – kali bilang, gue give up ngurus anak anak, hak asuh pengen gue lepaskan, tapi entah kenapa itu ga pernah terjadi. Alhamdulillah.

Sampai sini ada yang mau komen? hahahahha, para Bapak yang baca, tolong lebih peka lagi membacanya ya hahahhaha. Kami cuma butuh dimengerti. Kami bisa mengrejakan apa saja , asal merasa disayang dan dibutuhkan. KOENTJI tolong diingat ya Pak Bapak.

Jadi Bu, ketika mulai merasa drop, tiba tiba gloomy, marah marah ga jelas, lelah padahal ga ngapa ngapain juga, tiba tiba pengen nangis aja, tarik nafas dulu beb. Breaattthhhhh……tarik yang dalam, hembuskan perlahan, ulangi sampai kita merasa lebih jejeg.

Kalau kejadiannya makin lama makin bertambah parah, coba di telusur lagi sebenernya LO MAU APA? Cari perhatian siapa? Jawab dengan jujur. Jujur sama diri sendiri untuk kemudian jujur sama Allah. Minta pertolonganNya untuk kondisi apapun yang sedang kita rasakan.

Gue punya tips kecil untuk menghadapi semuanya beb, setelah tarik nafas dan menenangkan diri, gue biasanya DIAM dulu sejenak. Berusahan sejernih mungkin melihat sesuatu. Kalau memang kita salah, kita akui, kalau memang kita trauma kita obati, kalau memang kita di dzolimi kita….kita julitin hahahhaha, ngga lah, biasanya gue ya diam aja minta ampun sama Allah. Karena pasti ada andil kesalahan gue disitu.

Diam ini juga jadi konsensus dikeluarga kecil gue. Ketika ibu diam, anak-anak segera paham bahwa ibu tidak ingin dibantah, lelah menjelaskan sesuatu, dan ingin semua tenang agar masalah bisa terlihat dengan jelas, sehingga mudah mencai solusi.

 

ciri ibu stress
rumah sepiiiiii, taunya si bungsu Bulan lagi nyemil sama kazuha

Ketika anak anak diam, gue paham ada sesuatu yang ga beres, entah mereka main kebablasan, seperti nyemil makanan kucng misalnya, entah mereka melakukan sesuatu yang dilarang, atau terlalu sakit sampe ngga ada tenaga buat ngeluh.

Diam adalah tangisan dan teriakan paling keras menurut kami. Diam di keluarga kami adalah jawaban bagi banyak pertanyaan.

Selamat berjuang semua, sarapan yang banyak beb, biar kuat
Kuat ngadepin kenyatanaan tentunya hahhahha

1 Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This div height required for enabling the sticky sidebar