Hit enter after type your search item

Mental Health – Motherhood – Lifestyle

5 HAL YANG BARU GUE MENGERTI SETELAH MELEWATI USIA 40

/
/
/
130 Views

melewati usia 40

Melewati usia 40, gue sampe amaze sendiri. Well, banyak hal yang sudah dilewati, dan dirasakan. Setiap dasawarsa memiliki karakter sendiri. Usia belasan memiliki tone warna sendiri, 20an masa tanpa keragu-raguan, mencoba segala hal pun punya warna yang khas, masuk periode 30an mulai lebih deep warnanya, hidup sudah mulai banyak ujian akibat kebodohan hahahaha, ada tanggung jawab yang terasa semakin berat. Awal 40an, menyadarkan gue akan beberapa hal.

 

1. Semua hubungan memiliki akhir.

Hubungan apapun, semuanya akan memiliki ending. Pertemanan, persahabatan, pasangan, kekeluargaan, kepemilikan. Apapun nama hubungannya, semua ada usianya, ada akhirnya. Yang lama digantikan yang baru, yang dulu sangat dekat dalam sekejap menjadi orang asing. Yang dulu memuja muji semudah membalik telapak tangan dia menjadi musuh terbesar.

Yang dulu bukan siapa siapa sekarang jadi pasangan, dulu tidak ada sekarang nempel terus setiap saat. Datang dan pergi silih berganti. Hanya saja perlu gue kasih kabar, kalau yang tinggal terus bersama kita sangat sedikit sekali jumlahnya. Atau ini cuma gue aja yang ngalamin begini beb?

Ada yang menarik sih, ketika usia masuk 40an, rasanya untuk membuka hati membuat persahabatan atau pertemanan baru itu sulit sekali.

 

2. Tidak semua orang, (walaupun kita anggap sangat dekat), bisa menerima cinta dan perhatian kita

Jangan salah beb, perhatian dan ketulusan kita bisa menyakiti orang lain loh hahahahha. Tidak semua orang bisa menerima bentuk kasih sayang, perhatian kita. Masing-masing menjaga kesehatan jiwa dan raganya. Bisa jadi menurut kita kebaikan, untuk orang lain adalah toxic. jadi jangan suka ke ge eran, merasa penting di hidup orang hahahha. Kita ngga seistimewa itu hahahahaha.

Dari situ, gue belajar banyak. Perhatian terbesar memang sebaiknya di berikan untuk diri sendiri, dan mereka yang menjadi tanggung jawab kita secara syariat.

3. Bahagia itu sekarang

Setelah melewati banyak perencanaan, gue akan bahagia kalau gue punya ini, kalo gue bersama dia, kalau gue diginiin, kalau gue begitu, kalau fisik gue begini dan begitu, kalau…kalau..nanti…ntar…

No, no, no beb. Itu ga akan kejadian hahahahha. setelah kita mencapai sesuatu pun kita ga akan merasa puas. Kurang ini, kurang itu, seandainya begini dan begitu, coba kalau dulu gini, coba kalau….bla bla bla.

Happiness, kebahagiaan itu hanya bisa dilakukan saat ini. Dilakukan ya beb, bukan direncanakan. kalau direncanakan, biasanya ujungnya penyesalan, bukan bahagia yang kita temui.

Melewati 40, gue dipahamkan bahwa kebahagiaan itu ga usah nunggu kita sehat dulu, ga usah nunggu kita kaya dulu, ga usah nunggu barengan dulu. Ga usah nunggu stabil atau semua sesuai keinginan kita dulu baru bisa bahagia.

 

4. Ternyata hal penting di hidup kita ini sangat sedikit.

Gue tuh suka ketuker tuker kalo soal prioritas beb. Yang seharusnya lebih perhatian sama diri sendiri, malah menghabiskan waktu dan materi untukΒ  cari perhatian yang ga manfaat buat hidup gue. Selain ga manfaat mungkin malah akan meracuni hidup gue.

Yang seharusnya jadi prioritas gue tunda karena ngga sanggup ngadepin kenyataan yang kadang pahit, yang seharusnya bukan prioritas atau mungkin nomor sekian dalam hidup malah dikerjakan sungguh sungguh wkwkkkwkw.

Melewati usia 40, berasa banget ini. Mulai memilah, membuat urutan, dan komitmen melakukannya dengan sepenuh hati. Masih suka salah salah dalam mengambil keputusan, semoga masih dalam tahap wajar.

 

5. Hidup di dunia ini sebentar banget, fana, akan ada akhirnya.

Ngga tau yah, lewat umur 40 yang banyak kepikiran mati mulu hahahahha. Udah punya bekal apa buat di kehidupan abadi, dosa udah diampuni belom, tobat diterima apa ngga, struggling menyelesaikan tanggung jawab akibat perbuatan dosa di masa lalu. Kadang putus asa dan merasa bersalah karena melakukan dosa baru.

Terus aja begitu, repeat. Udah ga tenang kalo ga ngapa ngapain. Melihat segala sesuatu dalam hidup juga jadi berubah. Yang memang jadi milik kita akan datang, yang memang bukan untuk kita akan pergi.

Semua dari kita akan kembali kepadaNya. Semoga kita semua kembali dalam kondisi terbaik.

Salam kopi saset semuah!

 

 

9 Comments

    • Sebagai orang yang sudah memasuki usia 30 saya pun sudah merasakan deep toned dari kehidupan ini. Rasanya nano nano, capek, circle pertemanan pun semakin mengerucut, Tapi aku setuju dengan poin nomor 3, bahagia itu ga usah direncanain. Bahkan kadang tanpa rencana kita menemukan kejutan-kejutan dalam hidup yang bikin kita bahagia. Ah, semoga aku bisa nyampe merasakan fase 40-an.

  1. *Mau salim dulu sama senior…wkwkwkkwk

    Sebelum 40, beberapa hal sudah mulai terasa kok mbak. Yaitu semua hubungan aka berakhir. Yaa itu bisa dilihat dengan semakin mengecilnya circle pertemanan yang semakin mengecil. Yaa walaupun ga benar-benar berakhir, tapi sebagian dari yang awalnya dekat mulai sibuk dengan urusan dan kehidupannya masing-masing. Bagiku hal tersebut wajar dalam sebuah hubungan. Orang lain juga memiliki kehidupan yang mesti dijalani dengan sebaik-baiknya.

    Bahagia itu sekarang memang benar adanya. Banyak orang yang terlalu aibuk menyiapkan masa depannya, yang kadang membuatnya lupa dengan segala hal yang dimiliki saat ini. Seperti waktu, materi, tenaga, dan kesehatan. Akhirnya membuat lupa bersyukur.

    Tulisan yang bagus mbak. πŸ˜€
    Ayo bahagia terus..!!!

  2. Gw suka tulisan yg ngobrolin ttg filosofi hidup krn tiap org biasanyanya pny gaya dan coraknya masing2..
    Jadi ga pernah monoton untuk bahas tema yg ini..
    Oia, kl boleh, mw nambahin sedikit soal poin no 3 ttg kebahagiaan..
    5 hal yg biasanya merusak kebahagiaan tanpa disadari yaitu ngga bisa menikmati masa kini (mindfulness), menyesali masa lalu, cemas sm masa depan, meletakkan kebahagiaan di mulut org lain dan susah memaafkan..

    Overall, nice post! Mba πŸ™‚

  3. Related banget beb, emang begitu nginjek 40th pandangan ttg hidup berubah. Prioritas juga berubah, mulai melembut Ama kehidupan. Love U beb…. πŸ₯°πŸ˜˜

  4. Tossss sesama kepala opat yang udah mengerucut pertemanan dan udah lelah sama drama yang bukan porsinya kita….hahahaha

    Iya uyyy, inget mati bawa apa bekalnyaπŸ™ƒ

  5. “Bahagia itu sekarang” IYA BETULLLL… Tulisannya bagus banget Mak. Kudu makasih banget buat senior kayak Mamak ini. Nulis kayak gini aja terus dong wkwk gak bosen sumpah!

  6. “Yang dulu bukan siapa siapa sekarang jadi pasangan, dulu tidak ada sekarang nempel terus setiap saat. Datang dan pergi silih berganti.”

    HAHAHAHAHAHAHAHA. Baru banget mengalami ini, tapi kebalikannya. Dulu nempel terus, sekarang bagaikan tak kenal. Hahahahaha.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This div height required for enabling the sticky sidebar