MASIH TETEP NEKAT MAU JADI PENGUSAHA BEB? BAIKNYA LAKUKAN 3 HAL INI DULU

masih tetep nekat

Masih tetep nekat jadi pengusaha, itu yang gue jalani beberapa tahun ini. Rada deg degan sih kalau ngomongin usaha, apalagi menuliskannya, ini akan mengungkit luka yang pengen gue kubur dalam dalam. Kenapa? Kalau boleh menyalahkan sesuatu, maka bisnis lah yang akan gue salahkan , bisnis lah yang gue anggap sebagai penghancur hidup gue wkwkwkwkw.

Pertama kali membangun bisnis tanpa pengalaman, tanpa persiapan, tanpa ilmu, doeeengg….berujung gue terlilit utang dalam jumlah besar hahahahaha pediiiihhhh.

Dari situ, gue berulang kali membangun usaha, dengan tujuan menghasilkan uang yang banyak untuk menutup utang!

Sebuah tujuan yang mulia sih tapi tidak cukup kuat untuk membangun suatu usaha yang kokoh, gelaaaakkkk menyakitkan, tak terhitung berapa kali jatuh bangun, berdarah darah, penuh air mata, dan malam malam panjang tanpa tidur….karena dengan utang…siang gue terhina, malam gelisah setengah mamp*us.

Lebih pedih lagi, karena utang memaksa gue untuk berjalan dari satu kebohongan ke ribuan kebohongan lainnya, I’m become a queen of lie beb….this is such a fuc*king feeling….bener bener sucks! Cape, malu, putus asa, merasa ngga berdaya dan ngga kompeten, merasa gagal jadi manusia.

Rasanya pengen ngepet aja gitu biar cepet dapet duit haahahhahaaha.

masiih tetep nekat
di undang, untuk berbagi kisah usaha yang ambruk

Gue pernah membuka usaha catering, fashion, travel, food and beverage (produknya selai dan sambel), asli lelah hahhahaha, why? gue terjebak dalam kebodohan, dan karakter buruk lainnya. Bodoh itu dosa beb…dosa hahhaha, sekarang gue mengambil kesimpulan ini…

bodoh itu dosa karena mengantarkan kita pada kefakiran dan kekufuran.

Related : 7 Wisdom Untuk Menjaga Diri Tetap Waras (semoga)

Laaah jadi ngalor ngidul hahahahahha, ini perlu gue sampein karena gue anggep penting, hal ini yang mendasari gue membuat tulisan ini, gue berharap semoga tulisan ini bermanfaat buat temen-temen yang mau membangun usaha, memperhatikan resiko dari sudut pandang yang lain. Jadi bahan pemikiran ulang buat mereka yang mau berenti kerja karena mau jadi enterpreneur, serius beb…pikirin lagi, sanggup ga lo dengan resiko resiko yang akan di hadapi selama berbisnis. Ga semua cocok jadi pengusaha.

Gue sekarang ini suka gemes sama mereka yang menggembar gemborkan, ayo berwirausaha, trus ngasih tau enak enaknya aja…padahal ada resiko yang seperti gunung es…kaga muncul ke permukaan….kaga keliatan, tapi menggunung dan nyata adanya bebbb.

Dari perjalanan panjang bertahun-tahun membangun usaha, ada beberapa hal yang gue anggep penting, pengen gue share, dan semoga bisa menjadi modal tambahan teman-teman ketika membuka suatu usaha, atau ketika memutuskan akan menjadi entrepreneur

 

Masih tetep nekat jadi pengusaha? Perkuat keyakinan kita pada Tuhan, sandarkan segala hal hanya kepada Allah

Beb, serius, ini pondasi banget. Dari semua kegagalan yang gue alami, penyebab utamanya adalah ketololan gue akan konsep rejeki, membangkang konsep halal haram, pelaku serakah akut, terjebak dalam mindset bahwa usaha besar harus memakai modal yang besar, daaaannn melupakan Allah. Menyandarkan segala sesuatu pada kemampuan diri sendiri, sombong menembus ozon beb!

Pelajari tentang konsep rejeki beb, pelajari tentang halal haram, pelajari tentang tauhid, pahami dengan sadar tentang konsep ikhlas dalam menerima segala ketentuan Allah. Memurnikan segala sesuatu hanya untuk Allah. Tahap ini jangan mikir duit dulu beb hahahhaa, jangan!

Hal-hal tadi tidak gue lakukan dulu ketika membangun usaha, gilaaakkk…..usahanya sih maju beb, omset gede tapi ujungnya kenapa aing rugi dan bangkrut? Hahahhaha, pertanyaan besar yang akhirnya terjawab belakangan ini.

Tanpa ilmu, tanpa memahami pondasi yang gue mention tadi, seriusan itu usaha hanya membawa lelah dan lelah yang tidak berkesudahan beb. Uang yang kita dapat terasa pahit, seperti air laut yang semakin diminum semakin bikin haus. Kita dapat uang tapi kita kehilangan banyak hal, teman baik misalnya, saudara, bahkan keluarga, dalam kasus gue…gue kehilangan pasangan.

Jadi beb, gue sangat menggaris bawahi point pertama ini….peupeujeuh (berpesan dengan sangat serius) lakukan ini dulu setelah mengambil keputusan untuk menjadi pengusaha.

 

Masih tetep nekat jadi pengusaha? Segera action, eksekusi beb

Ketika sudah memutuskan akan menjadi pengusaha, segera eksekusi beb, ide ide yang muncul segera petakan, breakdown sedetil mungkin, jawantahkan ide menjadi hal yang paling mudah dilakukan, dengan catatan…kita sudah melewati point 1 di atas tadi ya hahahhahaha.

masih tetep nekat
jualan selai caramel MOVE ON

Point kedua ini, ada beberapa tahap yang pengen dibagi :

1. Jangan kelaman mikir

Terlihat bertentangan sih dengan point di atas. Yang gue maksudkan jangan kelamaan mikir adalah, ketika lo sudah bulet akan menjadi entrepreneur, sudah yakin dengan segala ketetapan Allah adalah yang terbaik bagi kita, baik itu ketetapan yang menyenangkan atau menyakitkan adalah kebaikan untuk kita, menyandarkan segala sesuatu kepada Allah, maka langkah selanjutnya adalah eksekusi ide beb.

Setelah menemukan jenis usaha yang akan di bangun, segera action. Pakai modal yang tersedia di sekitar kita, manfaatkan apa yang sudah kita miliki, jangan ngutang! petakan dengan baik langkah usaha kita. Kerjain sendiri, kita sebagai owner harus tahu betul semua lini usaha kita dari depan sampe belakang, dari atas sampe bawah, jangan terburu buru untuk mendelegasikan.

Conconi kalo kata orang Korea mah hahahha, pelan – pelan tapi pasti, gapapa repot sedikit karena merencanakan dengan optimal, agar langkah kedepannya lebih ringan, pasti akan ada kendala di tengah jalan, akan ada ujian, but…kalau sudah terpetakan, kita tau resikonya, kita bisa ambil keputusan dengan tepat, tanpa penyesalan. Bangun pondasi yang kuat, ini memang perjalan spiritual beb, jadi pasti akan ada ujian dadakan, ini harus diingat baik baik.

 

2. Selanjutnya di tahap action ini, improve skill kita beb

Harus ini, wajib, tapi sesuaikan dengan kebutuhan ya, jangan semua dipelajari trus ga dipake hahahahahha.

Curhat ini mah, gue dulu begitu…salah tujuan…ngarep dengan mengambil workshop terkenal dan mahal, gue bisa langsung untung banyak hahhahahah duh merasa bloon pisan kalo inget itu, terburu buru karena dikejar utang tea, akhirnya…yaaa utang ga kebayar, duit abis buat ikut pelatihan yang ga kepake hahahahhaha, dei*m…pedih nulisnya hahahhaa.

Improve skill itu mencakup hal teknis dan hal mental ya beb, harus sejalan, barengan tumbuhnya, jangan berat sebelah, nanti timpang, jalannya bisa terseok seok.

 

3. Cari mentor atau coach, bangun networking dan support system

Ketika usaha semakin berkembang, masalah yang dihadapi akan semakin complicated, akan melibatkan banyak kepala, banyak kepentingan, banyak materi, saran gue untuk kondisi seperti ini, sebaiknya cari mentor atau coach beb. Yang bisa melihat sisi tersembunyi yang tidak sanggup kita jangkau, dan bisa ngasih rambu – rambu sekaligus jadi pengingat agar kita mengambil keputusan dari sudut pandang yang lengkap.

 

Masih tetep nekat jadi pengusaha? Point terakhir kalo gitu, ISTIQOMAH

Kalau kira kira kita tipe anget anget tai ayam mah, mendingan ga usah lah beb jadi pengusaha. Kalo kira kira bosenan mah udah lah say bye aja sama bisnis. Sebetulnya ini untuk bidang apapun, menjadi pengusaha butuh urat dan darah yang baja hahahaha.

Ikhtiar terus menerus, gapapa pelan – pelan, sedikit demi sedikit, jangan lepas dari doa dan keyakinan utuh pada Sang Pengatur.

 

Selamat berjuang semuanya, semoga minggunya menyenangkan.

Salam kopi saset hahahahahha

 

 

 

 

 

 

27 Thoughts to “MASIH TETEP NEKAT MAU JADI PENGUSAHA BEB? BAIKNYA LAKUKAN 3 HAL INI DULU”

  1. Tuty Prihartiny

    Assalamualaikum Mbak…. walaupun tulisan mbak disampaikan dengan gaya bahasa yang asik, namun saya terus bergantian mengucapkan astagfirullah, masyaallah dan alhamdulillah. Salut pisan dengan pengakuan mbak. Miris banget waktu mbak bilang…” I’m become a queen of lie beb….this is such a fuc*king feeling….bener bener sucks!”. Noted with thanks to remind us : melakukan 3 hal kalau tetep nekat mau jadi pengusaha ( yang berkah.. ya, mbak? ). Barakallah

    1. wa’alaikummussalam, wa fiik barakallah
      perjalanan untuk jujur sama diri sendir menguras fisik dan mental banget emang

  2. Setuju, sama pendapat n saran2nya..
    Oia, mau sedikit nambahin, ada juga mental blocking yang maunya terlalu perfect..
    Jadinya sama, ngga jalan-jalan..hehe.

    makasih infonya!

    1. iya bener, mental blocking sering terjadi kalo kita mau memutuskan sesuatu yang besar
      kelamaan merencanakan, pengen sempurna dan ngga ada resiko yang luput, ini bisa jadi bumerang banget
      ujung ujungnya bisa ga jadi action hahahhaahha

  3. Jangan kebanyakan mikir… Mikir sambil jalan aja… Sering dengar sih memang di forum2 entrepreneur. Dengar doang, gak dilakukan, masih jadi karyawan melulu sampai sekarang 🙂

    1. ga harus jadi pengusaha juga baaang hahahha, yang penting berkah

  4. Wow thank you ya Mbak wejangan ini. Banyak suka duka bgt ya jadi pengusaha ini, jadi inget waktu dulu bokap gua mulai usaha juga nih…

    1. waahhh salut sama bokapnya, pasti jatuh bangun ituh
      makasih ya udh mampir

  5. Memang semuanya ada ilmunya sih. Mesti harus belajar. Meskipun sedikit. Ga boleh langsung nekat tanpa tahu apa yang akan dijalani.

    Banyak orang cerita ttg enaknya jadi pengusaha. Tapi sedikit yg cerita ttg sedih dan jatuh bangunnya. Tetnu saja dengan cara menghadapinya.
    Setuju!! Terpenting jangan bosan untuk terus belajar.

    1. ga sedikit yang nyemplung jadi pengusaha gara gara provokasi..”enaknya jadi pengusaha bla bla bla”,
      tanpa ilmu yang cukup, tanpa perhitungan yang matang, ga kuat mental, akhirnya depresi karena kehilangan banyak hal

  6. Mba, thank you buat sharingnya. Akupun ga yakin deh jadi pengusaha, karena ga sanggup sama tantangannya. Blom lagi klo harus kerja bareng orang lain, gileeee sering bgt denger yang banyak malah jd ributnya. Makanya hati-hati deh buat mutusin bikin bisnis.

  7. Wahhh Keren sekali Mba Nani, ini ulasannya jujur sekali mba, tidak banyak seperti ini, semoga kelak bisa ngikutin jejek mba Nani

    1. tulisan kamu juga kereeenn, aku sukaakkk
      baru tau kalau piala sudirman itu dari nama Dick Sudirman dooong

  8. Bismillah, mau ngikutin tipsnya mamak rempong aja. makasih sharingnya mak

    1. wohoooo mau bisnis apa chaaa? pasti seruuu

  9. Mbaaaak salut banget sama perjuangannya, pasti nggak mudah buat ceritain ini semua. Makasih sudah berbagi pengalaman dan membuka mata kalau bisnis nggak semudah itu. Nggak selalu enak, tapi ada jatuh bangunnya

  10. ya ampun, ini aku banget deh mak. anget-anget tai ayam. wkwkwkwk… aku udah beli bahan nih buat dijual tapi ternyata praktek nggak segampang teori! jualanku cuma laku satu, wkwkwkwkwk

    udahlah, capek, akhirnya bahan yang aku beli aku bagi-bagiin aja sama saudara, haha

    next kalau mau bikin usaha harus bener-bener di breakdown dengan detail dulu.

  11. Aku jadi mamak pasti sudah ga tau lagi bakalan gimana. Aku jg beberapa kali mencoba bisnis kecil2an tapi bukan sebagai pendapatan utama karena aku kerja kantoran, beberapa poin yang disampein mamak ga aku lakuin. Sekarang sadar, kayaknya ini yg bikin bisnis kecil2anku jd bisnis musiman yang ga bertahan lama

  12. Wahhh sharing pengalamannya dari A-z ya mba. Jadi tercerahkan juga nih. Hehe. Dalam hidup kita jangan sampai mengejar duniawi aja ya tapi juga perlu sertakan Allah SWT dalam setiap rencana dan usaha kita.

  13. Keren sekali mba tulisannya. Aku setuju sama saran-sarannya. Dan banyak kejadian di sekitarku. Keren. Semangat mba. Salam kopi saset. Hehe

  14. Tentang segera eksekusi dan jangan kelamaan mikir nih, aku banget. Jadi suami dari kapan waktu berencana punya usaha, buat persiapan pensiun ceritanya. Aku-nya yang enggak yakin..ga setuju mulu. Akhirnya aku oke, semua dah siap, direncanakan eh pandemi datang. Kini kepending operasionalnya padahal udah ada modal yang ke situ huhuhu

    Senang baca artikel pengakuan dosa soal usaha yang memotivasi ini. Thank You sharing-nya, Mak

  15. wah iya mbaa, kebayang gimana ribet dan perjuangannya klo bikin usaha sendiri, Bapak aku juga sepanjang hidupnya mencari rizki untuk memenuhi kebutuhan keluarga juga dengan berdagang, jualanan makanan. Dan pasti ada aja masa-masa sulitnya, masa libur sekolah misalnya, jadi dagangannya sepi sedangkan bahan makanannya cepet basi dan bisa-bisa dibuang sia-sia. Apalagi kalau kehabisan modal, harus pinjam sana sini buat modal awal. Istiqomah harus banget sih, Bapak aku juga pulahan tahun berdagang, ga bisa menye-menye, gonta-gonti pekerjaan klo serius mau berwirausaha, dan Bapak baru istirahat jualan setelah memang udah usia sepuh dan semestinya istirahat.

  16. Kaak aku saluut sama respek sihh sama cerita kakak. Gak kebayang gimana rasanya. Jadi entrepreneur emang bukan perkara mudah sih. Yakin banget. Apalagi makin gede pasti makin banyal tantangannya. Nice sharing kaak.

  17. Aku beneran baru buka usaha Mak, dan jujur ini menjadi insight baru yang akan aku tetapkan dalam usahaku. Beneran sempat terfikir buat ngutang tau akuuu wkwk. Tapi sepertinya akan aku cancel deh. Makasih cerita pengalamannya Mak

  18. Wah thanks for sharing mba. Setuju sih gak semua orang bisa jadi pengusaha. Tapi aku salut sama mba yang gak pantang menyerah dan bisa velajar dr semua yang sudah dilalui dan berbagi melalui tulisan. Semangat selalu mba.

  19. :Keren, berani juga asyik banget ini sharingnya. Dibawainnya dgn gaya yg ringan ceria kyk mau ngajak bercanda jg tapi asli dibalik itu semuanya dalem loh..krn berbicara ttg tentang prinsip hingga makna kehidupan juga. Isi tulisannya daging banget, bergizi dan mengenyangkan. So trueee bgt pesan2nnya..so inspiring! Terimakasih byk ya udah mau berbagi hal yang sempet ga mudah krn mengandung luka lama..ahhh supeerrrrrr⭐⭐⭐⭐⭐⭐

  20. Ah, yang terakhir bener banget. Harus istiqomah. Dulu juga pernah buka usaha kecil-kecilan, tapi bangkrut karena kurang berkembang dan tidak bisa bersaing dengan kompetitor yg makin banyak bermunculan…sekarang mikir2 lagi kalo mau jadi entrepreneur. Sempet mikir jg kalo gw gak punya bakat bisnis..

Leave a Comment