UNTUK MENJAGA DIRI TETAP WARAS, 7 WISDOM INI SEMOGA BISA MEMBANTU

Untuk menjaga diri tetap waras memang bukan perkara mudah. Fakta menarik dari seorang teman yang bekerja di dunia kesehatan, setahun sejak pandemi berlangsung banyak yang terkena stroke, dan usia mereka di bawah 40 tahun.

 

untuk menjaga diri
tim rebahan sambil netflix an mana suaranyaaaa???

Ini cukup mengejutkan buat gue sebagai penganut gaya hidup selow, rebahan relax and chill, no diet, workout gue sebatas peregangan karena nguap dan pegel baring di sisi kiri atau kanan.

Apakah covid ini sedemikian hebat sampai menghancurkan hidup banyak orang? Bahkan kaum muda harapan bangsa pun tak luput dari sasaran.

Sebagai ibu empat anak yang kesemuanya aktif daring, terus terang gue juga khawatir kena hipertensi, setiap pagi urat leher gue meregang meneriakan kalimat itu itu saja : banguuunn, sholaaat, makaan, berenti maen gaaameee, buka bukunya, baca yang beneerr!

Gaya hidup gratefull lenyap, gue lebih nyaman menyalahkan semua pihak kecuali gue sendiri hahahah, “salah pemerintah nih ga bisa nanganin kasus ini dengan baik“. “Ini tu harusnya begini, kaloΒ  yang itu harusnya bla bla bla” , mendadak jadi politisi handal, mendadak jadi orator ulung aqutuuu, pokoknya semua dikritisi, dan semuanya salah, yang bener dan terdzolimi cuma gue seorang buahahahahhahah….*tawaetan

Kabar baiknya, sejak pandemi, banyak waktu luang membuat gue mulai berpikir lagi tentang banyak hal

Ini beberapa pilihan gue :

Melepaskan itu ternyata bukan lemah, justru butuh kekuatan ekstra

Banyak yang harus direlakan, dilepaskan selama pandemik, atau bahkan bukan hanya karena pandemik aja, ngga ada apa apa pun, melepaskan ini menjadi issue krusial yang harus ditangani dengan baik

Sejak pandemi, emak emak cem gue kehilangan me time ketika anak anak sekolah, anjiirrr sekarang kudu ngajarin mereka sendiri hahahaha gilaaa, serius, gue jadi gila beb.

Melepaskan ini berlaku untuk segala aspek. harta benda, relationshit, karir, bisnis, waktu, ego, bahkan melepaskan karena kematian. Beraaatt terasa berat, jadi melepaskan ini bukan karena kita lemah, tapi karena kita dibuat kuat.

Banyak itu belum tentu cukup, sedikit itu belum tentu kurang

Seni menyikapi rejeki, Sejak pandemi, no more fun, makan di luar..bye!, jalan jalan…bye!, anehnya…aktifitas seperti itu di cut off tapi pengeluaran keuangan tetep bocor…coba salahnya dimana? coba beb? coba kasih gue insight beb? coba….hahahahah maksa….gemesss aqutu beb soal perduitan ini hahahah

Maha Besar Allah Penguasa Langit dan Bumi, ketika merasa sedikit, entah kenapa semua kebutuhan sebetulnya dicukupkan. Cuman ada kebalikannya (ini kasus gue pribadi ya), ketika menerima banyak, justruk ada kekhawatiran duh…ini cukup ngga ya? Duh cukup buat apa ini ko ya ngga kesana ngga kesini, mana dulu yang harus diutamakan?

Ada juga temen gue yang curhat, “duh beb tabungan gue tinggal 1M, ketar ketir gue”, gue membisu hanya bisa menatap nanar saldo minimal di atm gue hahahahahhaha.

Tapi sekeji itu hidup belakangan ini sama gua hahahahha. Ngasih pelajarannya dengan cara yang sulit dilupakan.

Orang yang menusuk lo dari belakang, atau meruntuhkan lo, biasanya orang terdekat

Serius, ini beneran. Terjadi di gue berkali kali. Semakin berumur, lingkaran pertemanan kita semakin kecil. kita hanya dikelilingi oleh orang yang betul betul tulus atau memang ada persamaan kepentingan.

Seperti pisau bermata dua sih, mereka yang dekat dengan kita, tau aib kita, tau kelebihan kita,Β  bisa sekonyong konyong Allah balikkan hatinya untuk tidak lagi mencintai kita.

Related : Katakan ini pada sahabat kita yang sedang bersedih

Pelajaran pentingnya dari kasus ini yang terjadi berulang kali dalam hidup gua, mencintai secukupnya, membenci secukupnya, tidak menggantungkan kebahagiaan kita pada orang lain. Happiness is me!

 

Sukses itu zona paling tidak nyaman

Gue mencatat ini baik baik dalam hati, pun dalam ingatan. Untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, kita harus mau kelar dari zona nyaman. Untuk sampai di kata sukses, kita akan melewati berrrmacam macam kegagalan. Berjuang – gagal – bangun lagi – gagal lagi – bangun lagi – terus aja begitu, sampai Allah berkehendak kita berhenti.

untuk menjaga diri
Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Emosi

Gue pernah ada di fase ga mau lagi bermimpi, ga mau lagi punya harapan, ga mau lagi ngapa ngapain, karena hidup selalu menjatuhkan gue lagi dan lagi.

Dari semua kegagalan yang gue alami, gue menemukan kunci penting agar gue ngga terjerumus pada lubang hampa, yaitu ; menentukan batas cukup kita.

 

Bersabarlah dengan kesabaran yang baik

Dari kasus pertikaian yang gue alami, sampe harus di selesaikan di pengadilan, ada pelajaran penting yang bisa gue petik. Bersabar itu bukan berarti diam saja, kalo diem aja namanya bukan sabar tapi kabur hahahhaha, lari dari kenyataan. Bersabar itu justru harus dengan ilmu, ada saatnya diam, ada saatnya bergerak, ada saatnya menyerahkan segalanya kepada Sang Khalik. Urutannya ga boleh dilompatin.

 

Some relationship are better when they end

This is so deim true, ada hubungan ketika sedang bersama malah jadi demanding, saling bergantung, ujung ujungnya saling menekan dan meracuni satu sama lain. Pernikahan gue misalnya. Ketika berpisah, memang ngga ujug ujug jadi lebih baik, tapi lebih adem aja karena tidak (bisa) lagi berharap seseorang berubah untuk kita.

 

Dalam pertemanan pun sama, ada beberapa teman yang datang dan pergi, sama…tidak serta merta baik, tapi perlahan malah saling mengerti satu sama lain, atau sekalian saja tidak peduli sama sekali, pilhannya menjadi sangat jelas.

 

Urusan relationshit ini sempet bikin gue terpuruk dan masuk goa sekian lama. Mulai lagi melihat dunia luar, focus dengan pengembangan diri setelah tercerahkan dengan beberapa kelas dari healingnya Irma Rahayu

 

Be careful with your wish

Beb, hati hati…jangan sekata kata sama doa, pikirin bae bae hahahahhaha. Jadi pernah gue doa, dan berkali kali ngomong sama sahabat gue..”gue kayaknya ga mau merit lagi, kalo ga ada halal haram sih gue mendingan cari fuc*k buddy aja”

 

gila…gue gemeter nulisnya, deg dihati, ampuuuunnn ya Allah.

setelah gue perhatikan yang datang mendekati gue, selalu bikin ilfil, karena apa? mereka cuma mau have fun aja beb, ngga kurang ga lebih. just fun.

Dari situ gue mulai berhati hati, mulai merubah doa doa gua, semoga tidak tercatat sebagai dosa ya Allah. Ampun, ga lagi lagi kayak begituh.

 

Itu 7 wisdom yang gue temukan di beberapa part hidup gue beb, semoga bermanfaat.

Salam kopi saset

 

 

 

56 Thoughts to “UNTUK MENJAGA DIRI TETAP WARAS, 7 WISDOM INI SEMOGA BISA MEMBANTU”

  1. Benar-benar wisdom apa yang ditulis mbak. Sampai ga nyadar trnyata telah terbaca semua. Hiikkss

    Melepaskan ada bagian dari usaha. Dan itu emang butuh energi yang lebih besar. Banyak hal yang seharusnya dilepas malah dipertahanin. Akhirnya malah jadi beban tersendiri. Melepasnya emang jadi pilihan tepat.

    Semakin kesini lingkaran pertemanankunjuga mengecil mbak. Ga banyak. Hanya beberapa teman yang rutin bertemu. Sisanya hanya haha-hihi di wag…hiiks

    Makasih untk wisdom-nya.
    Jangan lupa lanjut ngopi sachet :p

    1. iya pertemanan makin tulus makin mengecil lingkarannya,
      makasih ya sudah mampir, hati hati di kampung orang hahahah

      sruput kopi lagih wkwkwkwk

  2. Hehe.. Tulisannya bagus ya buat pakem-pakem kehidupan, semoga blognya bisa jadi “legacy” buat anak cucunya dan semua orang yah πŸ˜€

    Nice post!

    1. Tuty Prihartiny

      Ups… baru kali ini saya baca tulisan ‘ 7 wisdom menjaga diri tetap waras (semoga) sampai ngulang 3 kali. Impressed pisan euy.
      Apalagi insight seperti ini.
      Semoga lebih nyaman ya mbak.

      Noted banget untuk point ‘Some relationship are better when they end’. Setelah beberapa saat berpisah, kini komunikasi saya dan mantan justru lebih baik, lebih saling mengerti, termasuk mengapa kita tak mungkin bersama.
      Nice post mbak. Many thanks

      1. aaaakk seneng bangget kalo sampe dibaca berulang kaliii
        makasih doanya yaaa
        doa yang sama untukmuuhhh, saranghaeeee

    2. aamiin

      sekalian release, semoga bermanfaat, makasih udah mampir ya

  3. Seneng bnget baca tulisan kak nani, selalu ada nasihatnya.
    Jadi bekal aku untuk selalu mawas diri. Thank you kak buat sharing experiencenya.

    1. sama samaaaaa semoga bermanfaat yaak

  4. Gua memang belu menikah tapi poin ini “Some relationship are better when they End” sepertinya perlu saya Bold dalam Hidup ini

    Terima Kasih banyak Bu Nani untuk nasehatnya

    1. semoga segera ketemu jodoooohhh beebb

  5. Terhentak dengan pesan menentukan batas cukup. Aku pribadi merasakan yang sama. Sempat nggak mau lg bermimpi, gak mau lagi berharap karena selalu berujung gagal dan kecewa. Sampai akhirnya berpikir yang penting secukupnya saja.

    1. setelah baca kisah liburan ke bali, gue paham koh…paham sekali hahhahhaa

      1. Eakakakakakk..
        Gada hubungannya woy sama Bali.

  6. Betul tuh.. kawan dekat berpotensi menjadi musuh paling besar… seperti Clark Kent dan Lex Luthor

    1. seperti thor dan loki ahhahhahah

  7. Paling terngiang be careful with your wish. Asli pernah berharap hal yang gak baik pas lagi down, pas kejadian nyeselnya pake banget. Sekarang tiap ada masalah lebih selow dan sabar…pas udah adem baru deh mulai berpikir. Gak mau lagi punya pikiran yang aneh-aneh. Sekarang lebih minta hal hal positif meski lagi ditengah kesakitan hati. Tapi bener ya mak, semua itu bisa kita pelajari setelah kita alami. Hehehe.

    1. kamuuh udah makan malem beloommm hahhahahaa

      hidup emang suka begitu sepertinya, biar nempel pelajarannya kita dibikin babak belur

  8. Tulisan mamak emang selalu seru begini, ga bosen bacanya, salut sih salut, sampe bingung aku mau ngomong apa, tapi aku menikmati sangat tulisan ini mak.

  9. Tidak menggantungkan kebahagiaan kita pada orang lain, aku setuju banget karena kebahagian kita ya ada pada diri kita sendiri.

    Tapi bener banget kak semakin dewasa lingkar pertemanan semakin sedikit, terus semakin males main-main nggak jelas juga.

    Ah tulisan yang jleb sekaligus nasihat buat aku nih, thanks kak

    1. menggantungkan kebahagiaan kita pada orang lain bener bener bikin lelah beb
      makasih yaaak udh mampir

  10. Mantep nih… Poin penting “yang penting secukupnya” hehe

    1. yess, menentukan batas cukup ini masih sering kedodoran, kesilep sama keinginan

      makasih udah mampir beebb

  11. ya allah mba, aku merasa tertampar banget di poin “Orang yang menusuk lo dari belakang, atau meruntuhkan lo, biasanya orang terdekat”. iya bangettt! aku pernah ngerasain ini! dan yang paling membekas dan sakit hati banget sampe sekarang kejadian akhir tahun 2017! yang bener2 bikin hidup aku kaya roller coaster sampe-sampe ada pilihan-pilihan ekstrem yang aku pilih

    1. pelooookkhhhhhh, semoga masalahnya sudah selesai yaaaa
      dapet ganti kehidupan yang lebih baik lagi

  12. Salam waras…sebagai mamak rempong selama pandemi entah diri ini jadi nomor ke berapa diurusi. Tapi gapapa yang utama sehat semua kesayangan kita..
    Suka sekali dengan ketujuh wisdom yang bikin speechless ini
    Ku paling jleb sama sukses itu zona paling tidak nyaman. Karena kesuksesan bisa bikin kita lupa berjuang. Jadi lupa bahwa harusnya berjuang – gagal – bangun lagi – gagal lagi – bangun lagi – …….dst sampai Allah berkehendak kita berhenti.

    1. salam waras hahahahhaha
      selamat berjuang juga kamooohhh, hwaitiiinggg

  13. Aaaaahhh, Mamak! Banyak insight yang aku dapet dari tulisan ini. Makasiiiihhh udah nulis ini. Beberapa juga sedang aku alami, dan jadi mikir juga karena tulisan ini. Duh, udah berapa kaki kata ‘tulisan ini’ aku ulang? Haha

    Sebenarnya bukan pandemi yang ngerubah aku, tapi status pernikahan dan peran sebagai ibu yang suka bikin emosi nggak stabil. Tapi setelah aku ‘nrimo’ rasanya lebih baik. Memang harus berdamai dengan diri sendiri. Mengakui apa yang salah. Bukan denial, yang malah bikin masalah bukannya kelar tapi berlarut-larut. Once again, makasih sudah berbagi, Mak!

    P.S. aku izin beberapa part tulisannya aku jadiin status WhatsApp ya, πŸ™‚

    1. boleeehhhh

      mari berjuang sama sama menjaga kestabilan mental beb hahahaha

  14. Felly

    Baca tulisan ini, my reaction ini angguk2 dan smua kena banget jleb!

    Mau ngadepin itu, diawali dengan waras dulu

    Sebagai yang warasnya on off, aku butuh deh pendampingan agar menjaga kewarasan

    Btw, aku pernah healing sama Teh Irma dan aku rasain banget banyak improve positive setelah healing 😍

    1. teman heallingg akooohhhhh, saranghaeeeee

  15. “Tapi sekeji itu hidup belakangan ini sama gua hahahahha. Ngasih pelajarannya dengan cara yang sulit dilupakan.”

    Kadang kalo lagi dalam keadaan down banget, suka mikir kayak gini juga. Namanya pelajaran hidup mungkin emang harus diinget ya makanya sampe “sekeji itu”. Kalo nggak keji, mungkin aja manusia bisa lupa dan terulang lagi.

    Pandemi emang ngasih banyak pelajaran dengan caranya sendiri. Aku juga jadi banyak belajar mengenal dan menerima diri sendiri, mulai refleksi dan introspeksi diri. Terima kasih banyak sudah sharing pengalaman hidupnya ya, Kak. Semoga sehat dan bahagia selalu πŸ™‚

    1. aamiin, kaka juga yaaa selamat berjuang, semoga bisa tetap waras menghadapi negara api yang terus menerus menyerang
      saranghaeeee

  16. MBAAAK!!!!

    “Some relationship are better when they end.”

    Beneran deh ini menohok banget untuk diriku! Kadang ya sesuatu itu emang lebih menenangkan hati ketika sudah kita lepas. Kita sudah lepas dari jerit drama dan toxic. Yang pada intinya, kalo kaca rusak itu nggak akan bisa dibenerin lagi. Sekalipun di lem juga akan ada retakan. Sama kayak hubungan. Kalo udah rusak enggak akan bisa kembali seperti semula. Sukses terus mbak! Thanks for sharing!

    1. kalo udah toxic menggerogoti kita, mau sebaik apapun…mendingan kit ajaga jarak aja dulu…berpikir ulang lagih, pelajaran ini di dapat setelah melewati beberapa kali bongkar pasang lingkaran pertemanan

      semoga kamooh menemukan support system yang cocok bebbb

  17. Kalau dulu kan sering banget, ucapan adalah doa. Nah, sekarang sudah berevolusi. Status medsos adalah doa. Maka memang perlunya nulis yang baik2 saja sih.

    1. bener, kadang nulis yang ngga kita alami ngga kita pahami, jadi bumerang buat diri sendiri
      makash bebb udh mampir

  18. Beberapa Hubungan memang lebih baik saat harus di akhiri
    lagi berada pada tahapan ini
    Terima kasih banyak Mba Nani insight nya

    1. ini terbukti dan teruji beb hahahhaha

  19. “Melepaskan itu ternyata bukan lemah, justru butuh kekuatan ekstra” aih ini kata2 yang emang bener adanya dan udah ngerasain langsung si.

    1. salut sama kamoooh, may Allah bless u anywhere everywhere and whatever you do

  20. “Be careful with your wish”
    Wisdom terakhir ini yang paling ngenaaaaa banget disaya mba.
    Bener-bener be careful banget deh kalo minta sama Tuhan.
    Kadang-kadang datangnya tuh suka bikin orang gelagapan.
    Baru diucapin, itupun karena di gereja lagi ditodong pertanyaan apa yang musti didoain.
    Trus bingung, jadi cuma bilang mau “x” aja, pas ga dimasukin hati, eh malah dijawab Tuhan secepat kilat.
    Bingung plus happy kan akutuh.
    Untungnya kali ini jawaban positif yang didapet.
    Puji Tuhan.
    Eh, tapi bukan positif covid (amit2!), apalagi positif hamil (ini paling serem untuk jomblo)
    hahahaha…

  21. Pembelajarannya bagus-bagus kak. Clara setiju banget denga “be careful with your wish”. Pengalaman bgt, Minta Sesuati Sama Alloh, Alhamdulillah dikabulkan, Tapi Ada yang harus direlakan atau ada yang harus dipertanggung jawabkan. Tapi dari situ, lebih membuka pikiran lagi, Alloh mau saya lebih detail mintanya, lebih lama waktu berkomunikasi sama Allohnya. Jadi apa yang diminta itu bener-bener dikabulakn tanpa ada rasa sedih dan kecewa didepannya.

  22. Melepaskan tu bukan lemah, namun dibutuhkan kekuatan yang ekstra. Widiiih quote bangrt sih itu! An tentu saja aku sepakat. Huft

  23. Kata2 nya selalu relate banget kak, acuan banget buat hidup lebih semangat lagi, raih apa yang lagi diperjuangkan.. Jgn nanti2 mumpung dikasih kesehatan dan kesempatan.. Tetap semangat untuk kita semua πŸ’ͺ

  24. Mba Nani makasih udah sharing wisdom2 yg bikin tercerahkan ya. Ada beberapa wisdom yg cukup ngena di aku karena emg pernah ada di posisi itu dan ada yg LG dialami juga.

    Aku juga setuju sama pemikiran mba yg bilang kebahagiaan jangan bergantung sama orang lain. Kebahagiaan ya kita ciptain sendiri

  25. 7 wisdom ini memang benar adanya mba. Saya sempat merasakan beberapa hal yang macam mba alami itu. Seru bacanya, dan yang terakhirnya bikin senyum-senyum sendiri.
    Salam kopi saset. Kebetulan lagi baca tulisan temen2 kubbu sambi ngopi sasetan hehe

  26. Melepaskan itu selalu jadi bagian paling ngehe sih menurut aku even jelas2 melepaskan hal yg menyakitkan jadiii aku setuju melepaskan bukan berarti kita lemah.

  27. Aaak tulisan nya keren banget kaaak. Mulai dari nomer 1 sampai nomer terakhir rasanya baca sambil angguk2. Bener banget sih kak kalo dah merasa harus di lepas tuh emang mendingan di ikhlas kan.

  28. Cha

    Ah.. Ni mamak ter da best, nikmati saja yang ada saat ini *tring tring*

  29. Mba, kamu ga sendirian ngerasain ini semua haha bagian “Orang yang menusuk lo dari belakang, atau meruntuhkan lo, biasanya orang terdekat”, bahkan sampe ngehancurin keluarga, bukan aku aja haha- itu aku pernah ngerasain banget wkwk. sampe aku punya doa wajib, untuk didekatkan dengan orang-orang yang baik. karena bagaimanapun aku tetep mau punya rasa percaya sama orang, bersahabat, dan bersosial. Semoga kita selalu didekatkan dengan orang baik ya mba!

  30. becarefull with your wish. gw percaya banget ini. Makanya jauh2 negatif thinking.

  31. Anni

    Hahaha..aduhhh keren banget deh kakak yang satu ini…selalu suka aja aku tuh sama gaya tulisannya, kejujurannya sebagai penulis..dan tentunya super duper kuat n hebat kakak hits ini, tdk perlu diragukan lagi hehehe…banyak betulnya, ada lucunya, juga bisa menghibur..sekali lagi aku suka haha…
    Dan tentang melepaskan..hadeuhhh setuju banget dua kali lipat itu haha..
    Dan tentang enam poin menjaga kewarasan berikutnya, tidak berseberangan! Memang begitulah adanya..hal-hal tersebut ditulis berdasarkan kenyataan hidup kan beb hehehe hohoho..I feel you for sureπŸ€£πŸ˜ŠπŸ’—πŸŒΈπŸŒΊ
    Dan ini sih juga menurut aku ditulis sama orang yang udah expert dan udh punya wisdom tentunyaπŸ€—πŸŽŠπŸŽ‰β€β€ terimakasih banyak kakak…

  32. Suka banget deh mak baca tulisan ini. Tanpa membaca aku harus menunggu berapa lama waktu buat menyadari wisdom ini.

  33. Waaah, aku juga mulai berhati 2 ama doaaa…aplg udah byk doa yang tercapai ternyata πŸ™‚ hehehe

    1. aaaak makasih udah mampiiiirrr hahahhahaha

Leave a Comment